Rabu, 05 November 2008

Bencana Rabu Sore

Hari ini rabu tanggal 5 November 2008. Setelah bangun dari ridur siang, aku mandi kemudian mencari makan. Setelah itu aku ada wacana untuk merapikan rambutku yang terlihat tidak beraturan. Dulu rambutku dipotong dengan kerataan yang sama menggunakan alat pemotong yang aku rasa semua sudah pada tahu. Skenario merapikan dalam pikiranku adalah, merapikan bagian pinggir-pinggir yang sudah memanjang sehingga tidak kontras dengan bangian atasnya. Kemudian bagian atas juga dirapikan terutama untuk rambut-rambut yang pada berdiri (njegrak, istilah Jawa-nya). Sampai ditempat perapian rambut aku utarakan niatku. Petugas itu bekerja dengan hati-hati ketika memotong bagian pinggirnya, kemudian ketika aku meminta untuk merapikan rambut bagian atas, tanpa ba bi bu, dia merapikan dengan alat yang aku benci itu. Aku terlambat untuk menghentikan dia dan memang sudah terlanjur. Makanya dengan berat hati aku biarkan petugas itu menggunduli kepalaku. Sebenarnya tidak botak sih tetapi sangat amat pendek dengan kerataan yang sama. Satu hal yang sangat tidak aku sukai. Sekarang mungkin aku terlihat seperti anak-anak D III yang baru selesai DINAMIKA, padahal rambut mereka sudah mulai panjang. Jadi mungkin aku lebih terlihat sebagai mahasiswa tua yang sangat frustasi.

Jujur saja aku sangat kecewa dengan kejadian itu, dan tentu akan ada efeknya. Pasti teman-temanku ada saja yang akan berkomentar. Memang sih tidak akan menjadi headline sapanjang minggu bahkan bulan, tetapi rasanya tetap saja tidak nyaman. Hikz, mengapa ini mesti terjadi sih? Tadi sempat mencoba positif thinking juga, tapi rasanya berat. Tapi karena memang sudah terjadi ya mau apa lagi, terima saja lah.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

"alat pemotong yang aku rasa semua sudah pada tahu." .. pasti alat pemotong rumput yah?!!.... winarno gitu loch ...

Anonim mengatakan...

tenang Win, komentar saya : " Potongan rambutnya bagus banget kok. jangan malu. Ratna aja bilang "biasa aja, kan enak mas, lebih esis ...". selain itu, hemat shampo, ngak perlu ngaca lagi kalo mo kul, lebih mudah dikenali, lebih kelihatan 'mudaan'. dan yang penting, untuk kali ini kami ga akan komen merendahkan,hihihi ...."
banyak yah komennya ..