Namaku memang secara resmi yang diakui dalam dokumen-dokumen data pribadiku seperti Ijazah, KTP, Kartu Keluarga, SIM, Akta Kelahiran adalah Winarno. Tetapi aku punya nama lain yaitu Budi. Nama ini cukup populer di dunia virtual, dan sekarang teman-teman sekelasku sebagian juga sudah tahu namaku itu.
Sebenarnya namaku memang terdiri dari dua nama, nama depan Winarno dan nama belakang Budiarto. Seperti kebanyakan orang jawa, nama belakang yang dipakai bukan nama marga karena memang orang jawa tidak mengenal marga layaknya orang batak. Nama ayahku sendiri Darno Pawiro, maka kalau memakai marga tentunya namaku akan menjadi Winarno Pawiro, sedikit terdengar tidak lazim meskipun nama Winarno Budiarto juga terdengar aneh.
Kenapa nama belakangku bisa tidak muncul? Nah begini ceritanya, aku waktu kecil langsung masuk ke SD tanpa mengenyam TK alias Taman Kanak-kanak. Waktu masuk pertama kali, oleh guruku aku cuma dipanggil nama depanku saja. Waktu itu aku tidak protes dan rasanya memang tidak perlu. Setelah tingkat 2 ketika aku sudah mengakhiri masa buta huruf, namaku oleh guruku tetap dipanggil yang depan saja, katanya waktu konfirmasi ke guru tingkat satu dulu, ketika menitipkanku ke SD itu, orang tuaku cuma menyebutkan nama itu. Sepertinya orangtuaku takut menyebutkan nama yang agak panjang karena rata-rata temanku memang bernama pendek-pendek seperti Siswadi, Nuryanto, Wiratno, Tumin, Supardi, Gino, Suyatno, Suyono, Ermanto, Triyanto dan nama panjang hanyalah Wahyu Prihananto itupun pindahan dari SD lain waktu kelas 2. Sedangkan dari pihak siswa perempuan daftar nama yang ada seperti Lagiyem, Sulastri, Warsiti, Sulasmi, Sutarmi, Jumiyem, Menik, dan yang agak panjang Erna Fatmawati dan Tersiyatmi Retno Dewi. Maka dengan kondisi seperti itu, dipanggil nama depan saja aku malah lebih nyaman, lebih down to earth dan matching dengan nama teman-temanku yang lain daripada kalau dipanggil Budi.
Setelah menjalani proses belajar 6 tahun, diakhir kelas 6 saat diterbitkan ijazah nama yang muncul juga hanya Winarno saja ketika disuruh tanda tangan dan cap tiga jari. Ketika aku menanyakan, wali kelasku cuma mengatakan tidak apa-apa, justru kalau mau diubah prosesnya lama. Aku hanya bisa menyetujui keterangan itu. Dan sejak itu semua dokumen-dokumenku merujuk ijazah SD-ku sebagai dokumen sumber untuk pedoman penulisan datanya, seperti ijazah SMP, ijazah STM, KTP, Kartu Keluarga dan bahkan Akte Kelahiran, karena kebetulan Akte Kelahiranku dicarikan ketika aku sudah STM itupun aku harus mengejar-ngejar orang tuaku yang kesadarannya agak kurang untuk hal-hal seperti itu.
Ketika tahun 1999, internet mulai booming di Solo. Dimotori oleh temanku yang memang mempunyai sifat selalu ingin tahu, dia berhasil mempengaruhi teman-teman sekelasku untuk mencoba internet dan paling tidak membuat e-mail katanya. Aku termasuk yang terpengaruh itu. Ketika di warung internet yang waktu itu kita kesana berempat, dua temenku seperti mendapatkan mainan baru, kebetulan dia mendapatkan lokasi yang tertutup dan oleh penjaga warnetnya yang waktu itu juga berperan sebagai asisten karena internet memang benar-benar barang baru, diberi tahu begini “ sambil nunggu loading, mendingan sambil buka ini lho..!” dan sejak itu temanku tidak banyak bertanya lagi, entah apa yang dibuka. Yang terdengar hanyalah bunyi klik dari mouse yang dipencet-pencet. Sementara aku dapat tempat yang sangat terbuka dan temanku itu men-tentirku bagaimana membuat e-mail, sesuatu yang waktu itu aku bahkan tidak tahu untuk apa. Ketika memasukkan namaku, pendaftarannya tidak berhasil. Kata temanku e-mailnya sebaiknya dua kata, belakangnya pakai angka saja atau nama tapi dipisah dengan underscore. Setelah aku berpikir akhirnya ketemu kata kedua, dan aku menanyakan underscore itu yang mana sebelum menuliskan nama belakangku. Setelah kembali didaftarkan ternyata sukses. E-mail itu adalah winarno_budiarto@yahoo.com. Akhirnya nama belakangku berfungsi lagi dan e-mail itu masih terpakai sekarang, meskipun sedikit menimbulkan pertanyaan pada beberapa orang yang pertama kali mengetahui itu. Ada yang menebak, nama cowok kamu, ya? Atau nama mantan kamu, ya? Dan beberapa pertanyaan atau tepatnya tebakan jayuz lainnya. Itu adalah nama belakangku.
Dan untuk lebih mempopulerkan nama belakangku, aku sengaja membuat account baru dengan alamat budi_art024@yahoo.com. Sebenarnya awalnya budiarto24 tapi tidak available, akhirnya aku ganti saja budi_art024, dimana sebenarnya tetap budiarto dan 24. 24 adalah umur waktu aku membuat e-mail itu. Belum lama ternyata. Dan itu semata supaya teman-teman pada nggak kaget ketika ada yang memanggilku Budi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar