Sabtu, 29 November 2008

Pesta Durian


Sebenarnya acara pesta durian ini sudah direncanakan sejak lama. Waktu itu pas lagi ngerjain artikel “Magazine Project” dari Dosen bahasa inggris. Awalnya untuk membahas artikel “Magazine Project” itu, berkumpullah dikostku, 2 sekawan (Maya dan Ratna) untuk mengubah rekaman hasil wawancara yang sudah kita laksanakan hari Jum’at ke bentuk tulisan dengan narasumber Wayan. Tapi ya gitu deh, namanya juga ibu-ibu, yang ada kita ngerumpi dulu bukannya membahas pekerjaan yang semestinya, dari rumpian itu, melebar-melebar, dan akhirnya malah sampai ngomongin durian. Karena didepan Harmony sepertinya masih ada mobil pick up yang mangkal jualan durian, maka untuk menghindari pekerjaan men-translate hasil wawancara itu, aku menawarkan diri untuk mencari durian. Si dua sekawan, karena secara mereka memang pecinta durian (bukan pecinta duda irian lho!!), menyetujui penawaranku dengan muka kegirangan karena akan menikmati durian.

Akhirnya aku melaju ke depan Harmony dengan motorku, sementara si dua sekawan aku tinggal dikost. Sepertinya si Maya malah browsing blog dan friendster Wayan. Proses tawar menawar dengan penjual durian tidak menarik untuk diceritakan, jadi langsung saja pada kesimpulan aku jadi membeli 3 buah durian dan aku segera kembali ke kost dengan membawa durian. Sesampai di kost aku tanya, sudah sampai mana menyalin rekamannya? Dengan settingan muka khas Maya –yang tidak pernah tidak dihiasi dengan senyum- hanya bilang “belum ngerjain, saya lagi chatting untuk minta pendapat teman-teman tentang Wayan?”. Excuse yang bagus, menurutku. Dengan sedikit bijaksana aku mengusulkan, “durennya dimakan dulu aja yuk!”

Kita menikmati tiga durian itu tanpa jeda, begitu yang satu habis yang satunya dibelah. Sayangnya duren yang pertama sama sekali tidak berasa, duren yang kedua berasa tapi tidak begitu manis, plus ada satu bagian yang busuk. Baru pada duren ketiga yang OK! (T2 kaleee....). Nah, secara kan ibu-ibu, ga mungkin dong makan ga sambil ngerumpi, ketika lagi makan itulah gara-gara si dua sekawan menceritakan suka beli Durian Montong di Total Buah Segar, terus di tambahin katanya puas deh pokoknya, aku jadi sedikit (eh banyak kali ya) tertantang, dan akhirnya nyeplos-lah kata-kata begini “Bagaimana kalau kapan-kapan, kita pesta Durian?”, dan tentunya mereka tanpa saling menatap tidak percaya lebih dahulu langsung bilang “mauuuuu.........”

Semenjak itu, aku rajin browsing membuka www.carrefour.co.id, siapa tahu ada katalog yang mencantumkan durian montong plus harganya dan ke Total Buah Segar, hanya buat ngecek harga. Sayangnya di katalog Carrefour tidak ada, dan di Total harga sekilo durian montong masih dua kali lipat(bahkan lebih) harga sekilo telur ayam curah, makanya dengan sangat terpaksa acara pesta durian-nya masih berstatus pending, eh waiting approval (aduh, dipikirnya friendster kali ya bo’), bahkan sampai UAS belum terlaksana.

UAS minggu pertama usai, weekend adalah kewajibanku untuk berkunjung ke Cijantung. Yap, aku ketempat bapak dan ibuku (mungkin banyak temanku yang belum tahu, kalau bapak dan ibuku di Cijantung). Ketika itu pula terbersitlah pencerahan, pencerahannya begini : bukannya disini dekat dengan Pasar Induk Kramat Jati (yang belum tahu Pasar Induk Kramat Jati, pasar ini khusus berjualan sayur-mayur dan buah-buahan, catet itu!), pastinya ada Durian dong, kayaknya didepan pasar induk ada kios khusus jualan durian deh (aduh, kios apa lapak ya? Lupa deh). Masa di Ceger Raya saja ada, di Kramat Jati ga ada? Sangat amat tidak mungkin gitu lho. Invasi akhirnya dimulai, dan aku berhasil membawa 2 durian dari sana. Adanya durian lokal dan harganya? aduh ga perlu disebut kali ya, takut ketahuan kalo ga bisa nawar (tapi kalau nawarin diri pinter, kan?-aduh siapa sih yang nyeletuk?-). Satu durian aku belah disana dan rasanya mmmmm..... enaaaakkkk..... yang satu lagi aku bawa ke kost. Di kost aku makan sama temanku dan rasanya ga kalah enak. Ketika menikmati durian itu, aku kembali nyeletuk “ kalo tadi duriannya bawa ga hanya satu aku undang deh Maya sama Ratna, soalnya kita dah bikin plan untuk ngadain pesta durian”. Temenku bilang “jadi, gue ga diajak?”, akhirnya “Ok, officially, u are the member of Durian Party”.

Hari terakhir UAS. Aku membuka kembali lembaran kisah mengenai pesta durian dihadapan ibu-ibu, tapi sepertinya ibu-ibu itu sedang merencanakan acara mereka sendiri. Aku pikir awalnya mereka sedang membicarakan pengen ganti model rambut bareng-bareng di salon mana gitu, eh ternyata mau masak-masak bareng. Karena waktunya bentrok, ya sudah acara pesta duriannya ngalah atau diundur, atau tidak diundur tapi “joint venture” dengan acara ibu-ibu dengan satu syarat, Anggota baru itu mau bergabung dengan acara ibu-ibu. Tapi apapun keputusannya yang jelas aku mesti hunting duriannya dulu. Sudah aku batin sebenarnya, pasti si anggota baru ini ga mau gabung sama ibu-ibu (aduh, takut ga kelihatan macho atau gimana ya, dalam pikiran si anggota baru itu? aduh sutralah bo’ gw ga tahu alasannya). Akhirnya pesta durian diundur besoknya, dengan konsekuensi, aku harus menyimpan durian-durian itu supaya baunya terkendali. Durian itu aku bungkus plastik dan aku masukkan kardus, kemudian aku tutup rapat-rapat. Tapi tetap saja, sepandai-pandai orang menyimpan durian, baunya akan tercium juga. Hikz...semalaman aku mabok bau durian.

Paginya dapat sms kalau tim “Magazine Project” harus berkumpul. Mau tidak mau aku harus kumpul. Setelah melewati pertemuan yang kurang efektif itu (acara direncanakan mulai pukul 9, tapi baru dimulai pukul 11, dan selesai pukul 12:30), sesampainya dirumah aku mengirim sms ek member durian party “are u ready for durian party?”. Si anggota baru membalas sms-nya begini “jam berapa? Baru bangun”. Hah?!!!??? (ini adalah ekspresiku – ekspresi menanggapi tentang baru bangunnya itu- ketika sedang membaca sms-nya itu, tentunya dengan mulut sedikit menganga dan alis terangkat-semoga tidak ngondek-. Semoga itu tidur siang, kalau dari semalam tidurnya dan jam 13:15 baru bangun, bisa disiram ibuku kalau subjek-nya itu adalah aku atau anggota keluargaku). Sementara si dua sekawan tidak membalas sms, tetapi langsung telpon.

“jam berapa rencananya? Kita sedang masak nasi goreng, hihihihi....” (bener ga ya, menggambarkan ekspresi tertawa Maya dengan kata-kata berhuruf H dan I itu?)

“rencananya jam 2 ini”

“aduh ga bisa win, soalnya baru mau mulai masaknya, kalau mau kamu kesini aja, hihihihi...(lagi)”

Well, aku harus ambil keputusan

“(aduh masak wae ki jane sing dimasak opo to yo?-dalam hati-) ya udah deh aku coba hubungi anggota baru itu, kalau dia tetep ga mau, nanti aku tinggalin satu durian buat dia, yang lain aku bawa kesana aja, kita makan ramai-ramai, soalnya kalau lama-lama disini, aku yang mabok sama baunya” (sebenarnya tidak terdengar diplomatis), tapi.....

“horeeeeeee...........” untung tanpa hihihi...

Waktu itu motorku lagi dipinjem sama Estin. Katanya dia mau ke Bank terus shopping. Ketika deal dengan acara ibu-ibu itu aku sms Estin. Beberapa menit kemudian dia membalas dan aku malah berhasil menyandera dia untuk gabung dengan acara ibu-ibu itu dan menemaniku kesana. Saat itu juga aku meluncur ke lokasi yang dituju (kontrakannya Fenny) dengan sepeda motor (footnote: aku mbonceng motor, yang ngendarain tetep Estin, alasanku karena aku bawa duren, hehehe, padahal se-STAN dah pada maklum akan kemampuanku naik motor). Sampai di lokasi bertepatan dengan nasi goreng buatan Tika matang, akhirnya kita berenam (Estin, Fenny, Atika, Maya, Ratna, dan Wina-ooppss-) menikmati dulu nasi gorengnya. Bocoran: pukul 13:00 aku baru selesai makan di bu Bor, dan ketika disuguhkan nasi goreng aku tetap ga nolak, itupun dengan porsi yang terbanyak, ampun DJ! gimana kagak gendut. Selesai makan nasi goreng buatan Tika yang enak –jujur Tika, enak, nanti bikin lagi hya....-, kita mulai “Pesta Durian” yang ditunggu-tunggu (kayaknya yang nunggu hanya aku, Ratna dan Maya, sementara yang lain biasa-biasa aja). Ahhh, akhirnya terwujud juga rencana pesta duriannya setelah melewati perjuangan dan alur cerita yang berliku-liku. Dan sumpah rasa duriannya enaaakkkkkk.....

Kamis, 20 November 2008

Nasib Display Image-ku


Kemaren waktu lagi iseng-iseng buka-buka folder Pictures di laptopku, aku menemukan fotoku yang sedikit unik. Aku ingat waktu pengambilan foto itu, yaitu sewaktu pulang dari kampus. Waktu itu aku langsung buka kemeja dan dengan hanya memakai singlet aku mengambil foto. Awalnya untuk menganalisa apakah aku memang gemuk seperti yang teman-teman bicarakan, dan seberapa gemuk sih? Setelah aku lihat foto itu, aku sedikit ketawa, ah ga gemuk banget kok. Terus tiba-tiba ada bola lampu nyala diatas kepalaku, kayaknya lucu deh kalau ditampilin sebagai display image di Yahoo!Messenger. Hmm, bukan ide yang buruk, tapi aku harus mengedit dulu karena fotonya terlalu gelap.
Di laptopku sebenarnya ada Photoshop, tapi aku ga begitu paham menggunakannya (dasar gaptek), jadi aku pakai Microsoft Office Picture Manager aja. Setelah masuk pertama-tama aku crop dulu dong, supaya lebih sedikit saja bagian tubuhku yang terlihat (ciyeeee....). Setelah crop bawah, samping kanan dan samping kiri, saatnya diatur warnannya nih. Kayaknya terlalu gelap, setelah ngutak-atik brightness dan contrast-nya aku putuskan untuk meng-klik gambar disket di tampilan itu. Foto itu sengaja aku bikin contrast-nya tinggi sehingga menjadi merah. Jadilah foto yang ditampilin ini.
Kemudian langkah selanjutnya, memasukkan ke Yahoo!Messenger sebagai display image, rasanya aku bosen dengan foto yang itu saja (foto memakai t-shirt biru). Aku klik display image kemudian search dan kemudian klik OK. Aku menggantinya memang dalam status invisible. Setelah selesai aku mengubah statusku menjadi available dan siap chat. Karena ga ada satu temankupun yang online, akhirnya aku sign out dan tidur.
Setelah mengganti display image itu, ketika malamnya chat, seorang temenku berkomentar
nur_azizah_eka_wardani : fotomu win, nggilani....
budi_art : hah, mosok sih jeng? Ga bermaksud melanggar UU pornografi kok
budi_art : cuma ingin menujukkan kebotakanku aja kok
nur_azizah_eka_wardani : oo...
Selesai satu masalah, pikirku. Tiba-tiba :
phix_chenko : hai, pelanggaran terhadap UU pornografi
budi_art : hah?
phix_chenko : pasang nomer hp ae sekalian, sapa tahu ada yang nawar
Arghhhhhhhhhhhhhhh..... sudahlah daripada semakin menjadi kontroversi (halah, bahasanya) aku putuskan mengganti display image itu dengan yang lain. Oh nasib display image-ku.

Kamis, 13 November 2008

Mie Rebus ala Winarno


Ga tahu kenapa sejak masuk kuliah lagi dari libur lebaran kemaren, aku gemar membuat mie rebus sendiri. Mungkin karena setiap bulan aku ditarikin uang gas, jadi tidak ada salahnya memanfaatkan gas didapur. Oke, mie rebus ala aku adalah seperti berikut ini:

Bahan-bahan:

Mie instan kuah (biasanya aku pakai Indomie) 1 bungkus

Baso (biasanya aku pakai bakso So Good) 2 buah

(yang satu disayat vertikal dan horizontal sehingga akan mengembang waktu matang, dan yang satunya lagi diiris tipis)

Telur ayam 1 butir

Sawi secukupnya (biasanya 2 tangkai dan aku ambil daunnya saja)

Bumbu pelengkap :

Bawang putih (aku biasanya pakai bawang kating, karena lebih sedap) 1 siung

Bawang merah 1 siung

Cabe rawit hijau 5 buah

(semua bumbu pelengkap diiris tipis)

Cara Memasak:

1. Campurkan bakso, sawi, bawang merah, bawang putih, cabe rawit hijau, dan bumbu yang ada dalam kemasana mie instan termasuk minyaknya menjadi satu dan panaskan hingga mendidih

2. Setelah mendidih masukkan mie instan dan tunggu selama 3-5 menit sambil sesekali diaduk supaya mie matangnya merata

3. Kemudian rasakan kuahnya, apakah terlalu asin atau malah kurang asin. Kalau aku biasanya memberi air yang kurang dari takaran sehingga biasanya terasa terlalu asin, dan aku akan menambahkan sedikit air, tetapi kalau terlanjur kurang asin karena kebanyakan air, maka aku biarkan lama sampai airnya berkurang

4. Setelah itu masukkan telur ayam keatas mie. Aku biasanya suka meletakkan telur tersebut langsung diatas mie kemudian aku ratakan diatas mie tersebut. Sehingga ketika telur sudah dimasukkan lebih baik diaduk dan diratakan. Telur ini akan membuat kuah mie sedikit mengental

5. Angkat, mie siap disajikan

Selamat Mencoba

Asal-usul nama Budi

Namaku memang secara resmi yang diakui dalam dokumen-dokumen data pribadiku seperti Ijazah, KTP, Kartu Keluarga, SIM, Akta Kelahiran adalah Winarno. Tetapi aku punya nama lain yaitu Budi. Nama ini cukup populer di dunia virtual, dan sekarang teman-teman sekelasku sebagian juga sudah tahu namaku itu.

Sebenarnya namaku memang terdiri dari dua nama, nama depan Winarno dan nama belakang Budiarto. Seperti kebanyakan orang jawa, nama belakang yang dipakai bukan nama marga karena memang orang jawa tidak mengenal marga layaknya orang batak. Nama ayahku sendiri Darno Pawiro, maka kalau memakai marga tentunya namaku akan menjadi Winarno Pawiro, sedikit terdengar tidak lazim meskipun nama Winarno Budiarto juga terdengar aneh.

Kenapa nama belakangku bisa tidak muncul? Nah begini ceritanya, aku waktu kecil langsung masuk ke SD tanpa mengenyam TK alias Taman Kanak-kanak. Waktu masuk pertama kali, oleh guruku aku cuma dipanggil nama depanku saja. Waktu itu aku tidak protes dan rasanya memang tidak perlu. Setelah tingkat 2 ketika aku sudah mengakhiri masa buta huruf, namaku oleh guruku tetap dipanggil yang depan saja, katanya waktu konfirmasi ke guru tingkat satu dulu, ketika menitipkanku ke SD itu, orang tuaku cuma menyebutkan nama itu. Sepertinya orangtuaku takut menyebutkan nama yang agak panjang karena rata-rata temanku memang bernama pendek-pendek seperti Siswadi, Nuryanto, Wiratno, Tumin, Supardi, Gino, Suyatno, Suyono, Ermanto, Triyanto dan nama panjang hanyalah Wahyu Prihananto itupun pindahan dari SD lain waktu kelas 2. Sedangkan dari pihak siswa perempuan daftar nama yang ada seperti Lagiyem, Sulastri, Warsiti, Sulasmi, Sutarmi, Jumiyem, Menik, dan yang agak panjang Erna Fatmawati dan Tersiyatmi Retno Dewi. Maka dengan kondisi seperti itu, dipanggil nama depan saja aku malah lebih nyaman, lebih down to earth dan matching dengan nama teman-temanku yang lain daripada kalau dipanggil Budi.

Setelah menjalani proses belajar 6 tahun, diakhir kelas 6 saat diterbitkan ijazah nama yang muncul juga hanya Winarno saja ketika disuruh tanda tangan dan cap tiga jari. Ketika aku menanyakan, wali kelasku cuma mengatakan tidak apa-apa, justru kalau mau diubah prosesnya lama. Aku hanya bisa menyetujui keterangan itu. Dan sejak itu semua dokumen-dokumenku merujuk ijazah SD-ku sebagai dokumen sumber untuk pedoman penulisan datanya, seperti ijazah SMP, ijazah STM, KTP, Kartu Keluarga dan bahkan Akte Kelahiran, karena kebetulan Akte Kelahiranku dicarikan ketika aku sudah STM itupun aku harus mengejar-ngejar orang tuaku yang kesadarannya agak kurang untuk hal-hal seperti itu.

Ketika tahun 1999, internet mulai booming di Solo. Dimotori oleh temanku yang memang mempunyai sifat selalu ingin tahu, dia berhasil mempengaruhi teman-teman sekelasku untuk mencoba internet dan paling tidak membuat e-mail katanya. Aku termasuk yang terpengaruh itu. Ketika di warung internet yang waktu itu kita kesana berempat, dua temenku seperti mendapatkan mainan baru, kebetulan dia mendapatkan lokasi yang tertutup dan oleh penjaga warnetnya yang waktu itu juga berperan sebagai asisten karena internet memang benar-benar barang baru, diberi tahu begini “ sambil nunggu loading, mendingan sambil buka ini lho..!” dan sejak itu temanku tidak banyak bertanya lagi, entah apa yang dibuka. Yang terdengar hanyalah bunyi klik dari mouse yang dipencet-pencet. Sementara aku dapat tempat yang sangat terbuka dan temanku itu men-tentirku bagaimana membuat e-mail, sesuatu yang waktu itu aku bahkan tidak tahu untuk apa. Ketika memasukkan namaku, pendaftarannya tidak berhasil. Kata temanku e-mailnya sebaiknya dua kata, belakangnya pakai angka saja atau nama tapi dipisah dengan underscore. Setelah aku berpikir akhirnya ketemu kata kedua, dan aku menanyakan underscore itu yang mana sebelum menuliskan nama belakangku. Setelah kembali didaftarkan ternyata sukses. E-mail itu adalah winarno_budiarto@yahoo.com. Akhirnya nama belakangku berfungsi lagi dan e-mail itu masih terpakai sekarang, meskipun sedikit menimbulkan pertanyaan pada beberapa orang yang pertama kali mengetahui itu. Ada yang menebak, nama cowok kamu, ya? Atau nama mantan kamu, ya? Dan beberapa pertanyaan atau tepatnya tebakan jayuz lainnya. Itu adalah nama belakangku.

Dan untuk lebih mempopulerkan nama belakangku, aku sengaja membuat account baru dengan alamat budi_art024@yahoo.com. Sebenarnya awalnya budiarto24 tapi tidak available, akhirnya aku ganti saja budi_art024, dimana sebenarnya tetap budiarto dan 24. 24 adalah umur waktu aku membuat e-mail itu. Belum lama ternyata. Dan itu semata supaya teman-teman pada nggak kaget ketika ada yang memanggilku Budi.

Rabu, 05 November 2008

Bencana Rabu Sore

Hari ini rabu tanggal 5 November 2008. Setelah bangun dari ridur siang, aku mandi kemudian mencari makan. Setelah itu aku ada wacana untuk merapikan rambutku yang terlihat tidak beraturan. Dulu rambutku dipotong dengan kerataan yang sama menggunakan alat pemotong yang aku rasa semua sudah pada tahu. Skenario merapikan dalam pikiranku adalah, merapikan bagian pinggir-pinggir yang sudah memanjang sehingga tidak kontras dengan bangian atasnya. Kemudian bagian atas juga dirapikan terutama untuk rambut-rambut yang pada berdiri (njegrak, istilah Jawa-nya). Sampai ditempat perapian rambut aku utarakan niatku. Petugas itu bekerja dengan hati-hati ketika memotong bagian pinggirnya, kemudian ketika aku meminta untuk merapikan rambut bagian atas, tanpa ba bi bu, dia merapikan dengan alat yang aku benci itu. Aku terlambat untuk menghentikan dia dan memang sudah terlanjur. Makanya dengan berat hati aku biarkan petugas itu menggunduli kepalaku. Sebenarnya tidak botak sih tetapi sangat amat pendek dengan kerataan yang sama. Satu hal yang sangat tidak aku sukai. Sekarang mungkin aku terlihat seperti anak-anak D III yang baru selesai DINAMIKA, padahal rambut mereka sudah mulai panjang. Jadi mungkin aku lebih terlihat sebagai mahasiswa tua yang sangat frustasi.

Jujur saja aku sangat kecewa dengan kejadian itu, dan tentu akan ada efeknya. Pasti teman-temanku ada saja yang akan berkomentar. Memang sih tidak akan menjadi headline sapanjang minggu bahkan bulan, tetapi rasanya tetap saja tidak nyaman. Hikz, mengapa ini mesti terjadi sih? Tadi sempat mencoba positif thinking juga, tapi rasanya berat. Tapi karena memang sudah terjadi ya mau apa lagi, terima saja lah.

Selasa, 04 November 2008

Circus (The Sixth Studio Album of Britney Spears)

Jujur saja aku memang fan Britney Spears. No matter what people say about this weird hobby, i just wanna say “ i don’t care”. Bulan Desember nanti tepatnya tanggal 2 yang bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 27, Britney Spears akan meluncurkan album studionya yang ke-enam. Album ini diberi judul “Circus”. Sebagai promo awal, Britney Spears sudah membuat semacam film pendek tentang jalan hidupnya yang sempat mengalami decline sampai saat dia kembali memperoleh kesuksesannya sekarang. Kesuksesan yang dimaksud adalah beberapa prestasi seperti sukses membuat sitkom “How I Met Your Mother” dimana dia menjadi cameo, memperoleh penonton tertinggi sepanjang sejarah penayangan sitkom tersebut, juga ketika dia berhasil merebut 3 awards di MTV Video Music Awards untuk videonya yang berjudul “Piece of me”. Film ini akan ditayangkan di MTV sehari menjelang peluncuran albumnya.

Album ini berdasarkan press release resmi akan berisi 12 lagu dan jumlahnya akan disesuaikan berdasarkan wilayah pemasaran. Jadi kemungkinan jumlah track yang dijual di Amerika akan berbeda dengan jumlah track yang akan dijual di Eropa. Ketika mengumumkan cover albumnya dan daftar lagunya, Britney Spears langsung menjadi Today ‘sTop Searches di Yahoo!

Single pertama album ini adalah “womanizer” yang direlease pada tanggal 26 Oktober 2008 lalu. Video klip lagu ini terinspirasi oleh video-video Britney Spears terdahulu, dan Britney tampil habis-habisan di video ini. Britney tampil tanpa sehelai benangpun di salah satu scene video ini. Ketika diputar premiere untuk pertama kali, video ini menjadi yang paling banyak dilihat dimana dilaporkan bahwa di Inggris video ini dilihat tidak kurang dari 3 juta users, di Youtube dan di MTV.com video ini dilihat lebih dari 1 juta orang hanya dalam waktu kurang dari 24 jam. http://www.youtube.com/watch?v=gZSLIq6YiRY (link untuk video “Womanizer”). Sedangkan lagunya sendiri juga memecahkan record sebagai single dengan penjualan terbesar dalam satu minggu sebanyak 286.000 unit memecahkan rekor “Touch my body”-nya Mariah Carey. Lagu ini juga memecahkan sejarah dengan menjadi nomor 1 di tangga lagu Billboard Hot 100 setelah melompat dari posisi 96 ke posisi 1.

Album ini dikerjakan dengan berkolaborasi dengan orang-orang yang sangat berpengalaman dan mempuyai track record yang tidak diragukan didunia musik. Jadi album ini tentunya akan sangat keren dan rasanya tidak rugi untuk memilikinya.

More About Me

Aku lahir pada hari Senin, 25 tahun yang lalu dari pasangan yang sekarang amat berbahagia. Ayah dan ibuku, dua-duanya orang jawa asli. Statusku saat ini sebagai pegawai tugas belajar di STAN dari instansi Direktorat Jenderal Pajak, Departemen Keuangan. Aku anak ketiga dari 4 bersaudara. Saudara pertamaku seorang perempuan, dia sudah menikah dengan 2 orang anak. Anak pertama sudah kelas 1 SMP dan anak kedua baru mau masuk TK. Kedua keponakanku itu sangat lucu dan dekat denganku. Saudara keduaku seorang laki-laki, dia juga sudah menikah dengan 2 orang anak. Anak pertama perempuan dan anak kedua laki-laki. Yang pertama berumur 3 tahun dan yang kedua baru mau menginjak 2 bulan tanggal 10 besok. Sedang saudara ketigaku seorang perempuan yang saat ini masih single tetapi sudah tidak available. Sekarang dia sedang bekerja di Bali.

Aku sangat menikmati musik. Tiap hari pasti ada musik yang aku putar, baik lagu-lagu terbaru maupun lagu-lagu lama yang masih enak didengar. Semua itu tergantung mood. Kalau untuk makanan aku menyukai semua makanan hasil masakan ibuku, mbakku, adikku dan masakanku sendiri. Rasanya enak banget menurutku. Kalau selain  itu aku menyukai mie ayam, mulai menyukai burger dan martabak telor dan tentunya nasi padang. Sedangkan untuk buku, aku menyukai hasil karya dari Djenar Maesa Ayu, memang sih selama ini aku masih belum bisa memunculkan sifat empati sehingga terhadap karya-karya lain yang aku anggap kurang menarik, pasti hanya aku pandang sebelah mata dan sama sekali tidak berminat membacanya. Tapi sekarang paradigma itu harus aku ubah. Aku harus menumbuhkan sifat empati. Sedangkan untuk olahraga, aku menyukai jogging (meskipun sudah sangat jarang aku lakukan), sit up dan push up. Untungnya sekarang ada treadmill yang bisa membantu lari ditempat. Selain itu aku cukup menggemari tenis meskipun sekalipun belum pernah bermain tenis. Renang juga bukanlah ide yang buruk menurutku, meskipun sampai sekarang aku belum bisa berenang dengan lancar.

Kegiatan utamaku sekarang adalah kuliah. Diwaktu luang, kegiatan utamaku browsing,  chatting, nonton TV, tidur dan jalan-jalan. Di semester 7 ini, aku hampir tidak meluangkan waktu untuk belajar. Hah, mahasiswa yang malas. Memang harus ada resolusi dalam hidupku untuk berubah dari super duper malas, menjadi sedikit malas, lumayan malas dan akhirnya rajin.

Harapanku kedepan, aku bisa menjadi manusia yang sukses baik dalam karir, pergaulan, keluarga, dunia dan akhirat, serta menjadi orang yang berguna bagi orang lain, masyarakat, bangsa dan negara.